METOPEN- Validitas dan Realibilitas (review artikel ke-7)
Nama : Aurelia Apriliyani
NIM/OFF : 250321803931/A
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Kuantitatif
Tugas : Review Artikel ke-7 (Validitas dan reliabilitas)
|
Novelty Artikel |
Artikel
ini memiliki kebaruan dalam pengembangan dan validasi instrumen penelitian
berbasis riset di bidang pendidikan fisika, yaitu Survey of Physics Reasoning on Uncertainty Concepts in
Experiments (SPRUCE). Instrumen ini dirancang untuk mengukur pemahaman
mahasiswa terkait konsep ketidakpastian pengukuran dalam eksperimen fisika.
Kebaruan terletak pada penggunaan metode
scoring berbasis “couplet” (item–assessment objective pair) yang
memungkinkan analisis lebih mendalam terhadap ketercapaian tujuan
pembelajaran. Selain itu, penelitian ini mengadaptasi Classical Test Theory (CTT) untuk memvalidasi instrumen
yang menggunakan format multikonsep, sebuah pendekatan yang relatif jarang
ditemukan pada instrumen asesmen laboratorium fisika. |
|
Keterlamaan Artikel |
Keterlamaan penelitian ini terletak pada ruang lingkup yang masih terbatas
pada konteks mahasiswa tingkat sarjana awal di bidang fisika, sehingga
generalisasi hasil belum mencakup jenjang lain (misalnya SMA atau tingkat
lanjut). Validasi yang digunakan baru sebatas Classical Test Theory, sementara metode lain seperti Item Response Theory (IRT) yang dapat
memberikan gambaran lebih detail belum diterapkan. Penelitian juga belum
mengeksplorasi efek jangka panjang penggunaan SPRUCE dalam pembelajaran
laboratorium, melainkan masih sebatas uji validitas dan reliabilitas
instrumen. |
Analisis
/ Review Kritis
|
|
Judul |
Evidence
for validity and reliability of a research-based assessment instrument on measurement
uncertainty |
|
Penulis |
Gayle
Geschwind, Michael Vignal, Marcos D. Caballero, & H. J. Lewandowski |
|
|
Nama Jurnal |
Physical Review Physics Education
Research,
Vol. 20, No. 2, 2024 |
|
|
Abstrak : |
Tujuan
penelitian |
Membuktikan bukti empiris bahwa
SPRUCE merupakan instrumen asesmen yang valid dan reliabel dalam mengukur
pemahaman mahasiswa tentang ketidakpastian pengukuran. Mengadaptasi dan mendemonstrasikan
penerapan Classical Test Theory pada instrumen dengan sistem penilaian
couplet scoring. |
|
Metode |
Jenis penelitian: Instrument development and validation research
berbasis Classical Test Theory. Populasi & Sampel: 3.644 respon, dianalisis 2.596 mahasiswa dari 22
institusi (36 mata kuliah). Instrumen: SPRUCE (Survey of Physics Reasoning on Uncertainty
Concepts in Experiments), terdiri atas 19 item yang mencakup 10 assessment
objectives (AO). Teknik analisis data: Analisis CTT (difficulty, discrimination index, Pearson
coefficient, Ferguson’s delta, Cronbach’s alpha, split-halves reliability,
test–retest stability). Validasi ahli: 36 dosen/laboran fisika di berbagai institusi. |
|
|
Hasil |
1.
SPRUCE
terbukti memiliki tingkat kesulitan dan diskriminasi yang sesuai untuk
mahasiswa fisika tingkat awal. 2.
Cronbach’s
alpha sebesar 0,83 menunjukkan
konsistensi internal yang tinggi. 3.
Ferguson’s
delta = 0,947 menegaskan kemampuan
diskriminatif instrumen. 4.
Analisis
stabilitas tes (test–retest) menunjukkan koefisien korelasi >0,98,
menandakan reliabilitas temporal yang kuat. Hasil validasi ahli mendukung
kesesuaian item dengan assessment objectives. |
|
|
Implikasi |
Penelitian
ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan asesmen laboratorium
fisika, khususnya dalam hal ketidakpastian pengukuran. SPRUCE dapat digunakan
oleh dosen dan peneliti untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran
laboratorium serta memetakan kesulitan mahasiswa dalam memahami konsep
ketidakpastian. Selain itu, adaptasi CTT untuk couplet scoring dapat menjadi model baru dalam penelitian
asesmen pendidikan sains. |
|
|
Kata Kunci |
Assessment, Measurement Uncertainty,
Physics Education Research, Classical Test Theory, Validity, Reliability |
|
|
|
Kesimpulan |
Artikel ini menunjukkan bahwa SPRUCE adalah instrumen asesmen yang valid
dan reliabel dalam mengukur pemahaman mahasiswa mengenai ketidakpastian
pengukuran di laboratorium fisika. Inovasi utama penelitian ini terletak pada
penggunaan couplet scoring yang mampu
memberikan gambaran lebih detail tentang capaian pembelajaran. Meski masih
terbatas pada konteks pendidikan fisika tingkat sarjana awal dan hanya
menggunakan CTT sebagai pendekatan validasi, SPRUCE berpotensi menjadi
instrumen standar untuk penelitian lebih lanjut serta pengembangan
pembelajaran laboratorium berbasis data. |
|
Metode
(Kajian) |
GAP
(Celah Penelitian) |
Hasil |
Keterlamaan |
Novelty |
|
Pengembangan instrumen asesmen
berbasis Classical Test Theory dengan couplet scoring. |
Minim instrumen asesmen yang fokus
pada konsep ketidakpastian pengukuran dengan validasi komprehensif dan metode
scoring multikonsep. |
SPRUCE valid & reliabel
(α=0,83; δ=0,947); diskriminasi baik; stabilitas tinggi; validasi ahli
mendukung. |
Terbatas pada mahasiswa sarjana
awal; hanya CTT; belum uji eksternal di level lain; belum ada kajian dampak
jangka panjang. |
Penggunaan couplet scoring
dalam validasi instrumen asesmen laboratorium fisika. |
sources ; https://journals.aps.org/prper/abstract/10.1103/PhysRevPhysEducRes.20.020125
Comments
Post a Comment