(review) artikel 1; Hakekat penelitian pendidikan: Peran penelitian pendidikan, isu-isu epistemologi dalam penelitian pendidikan: modernism (positivisme) dan posmodernism (post-positivisme)
Nama: Aurelia Apriliyani
NIM/OFF: 250321803931/A
Mata Kuliah: Metodologi Penelitian Kuantitatif
Judul Artikel: Cognitive Science and Science Literacy in Physics Education: A Systematic and Bibliometric Mapping of the Research Landscape
Penulis: Intan Permata Sari, I Made Astra, Hadi Nasbey, Firmanul Catur Wibowo
Analisis
Artikel ini mengkaji hubungan antara cognitive science dan science literacy dalam pendidikan fisika melalui metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis protokol PRISMA dan analisis bibliometrik dengan VOSviewer. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya kemampuan literasi sains dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa yang masih terjebak pada hafalan dan prosedural semata.
Tujuan penelitian adalah memetakan lanskap penelitian (2015–2025) yang mengintegrasikan aspek kognitif dengan literasi sains, serta merumuskan rekomendasi pedagogis berbasis bukti. Artikel menekankan pentingnya faktor-faktor kognitif (misalnya cognitive conflict, working memory, metacognition, epistemic cognition) dalam membangun literasi sains yang komprehensif.
Metodologi yang digunakan cukup kuat karena mengikuti PRISMA, namun terbatas hanya menggunakan Scopus sebagai basis data. Hal ini memang menjaga konsistensi metadata, tetapi juga membuka potensi bias dengan mengabaikan publikasi dari sumber non-Scopus yang relevan. Selain itu, analisis hanya fokus pada artikel terpublikasi tanpa triangulasi dengan data lapangan atau perspektif kualitatif (guru/siswa), sehingga temuan lebih bersifat konseptual daripada aplikatif.
Hasil utama penelitian menunjukkan peningkatan fokus pada literasi komputasional, peran visualisasi konsep abstrak, strategi argumentasi ilmiah, serta pentingnya metakognisi dan kognisi epistemik dalam pembelajaran fisika. VOSviewer berhasil memetakan kluster penelitian, memperlihatkan bahwa topik kognisi dan literasi sains saling terkait erat dengan konteks pendidikan abad 21.
Novelty artikel ini terletak pada kombinasi systematic review dengan bibliometric mapping secara menyeluruh, sehingga tidak hanya meninjau isi literatur, tetapi juga memetakan tren, kolaborasi, dan arah penelitian ke depan. Namun, artikel ini masih meninggalkan gap epistemologis: ia berangkat dari paradigma modernisme/positivisme yang menekankan pengukuran dan sistematika kuantitatif, tetapi kurang mendalami dimensi post-positivisme/posmodernisme yang memberi ruang pada interpretasi, konteks sosial, dan keberagaman perspektif dalam penelitian pendidikan. Hal ini berpotensi membatasi pemahaman tentang literasi sains yang sifatnya multidimensional (kognitif, afektif, sosial, kultural).
Tabel Review
Comments
Post a Comment