Metodologi Penelitian Kuantitatif - Review Artikel ke-4 (Etika dalam penelitian, dan kegunaan kajian pustaka beserta cara mensintesanya)
Nama : Aurelia Apriliyani
NIM/OFF : 250321803931/A
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Kuantitatif
Tugas : Review Artikel ke-4 (Etika dalam penelitian, dan kegunaan kajian
pustaka beserta cara mensintesanya)
|
Novelty Artikel |
Artikel
berjudul “Ethics in educational research:
Review boards, ethical issues and researcher development” karya George
Head (2020) memiliki kebaruan dalam menyoroti keterbatasan prosedur etik
penelitian yang selama ini lebih bersifat administratif. Artikel ini
mengajukan perspektif bahwa etika penelitian bukan sekadar proses birokratis
untuk memperoleh izin, melainkan bagian dari pembentukan identitas dan
kompetensi peneliti. Kebaruan artikel ini terletak pada penekanan pentingnya etika sebagai proses pedagogis dan pengembangan
peneliti yang berkelanjutan, dengan pendekatan virtue ethics dan ethic
of care sebagai pelengkap utilitarianisme dan deontologi yang selama ini
dominan. |
|
Keterlamaan Artikel |
Keterlamaan artikel ini terletak
pada fokus yang masih umum terhadap etika penelitian pendidikan, tanpa
memberikan kerangka praktis yang spesifik untuk bidang tertentu, misalnya pendidikan
fisika atau penelitian berbasis teknologi digital. Artikel ini lebih
banyak menekankan kritik terhadap birokratisasi etika dan usulan pendekatan
filosofis, namun belum menyentuh tantangan terbaru seperti riset berbasis
big data, AI dalam pembelajaran, atau penelitian eksperimen di laboratorium
virtual. Dengan demikian, relevansinya perlu dilengkapi oleh penelitian
lebih kontekstual yang sesuai dengan dinamika riset pendidikan abad 21. |
Analisis
/ Review Kritis
|
|
Judul |
Ethics
in educational research: Review boards, ethical issues and researcher
development |
|
Penulis |
George
Head |
|
|
Nama Jurnal |
European
Educational Research Journal, Vol. 19(1), 2020. |
|
|
Abstrak : |
Tujuan
penelitian |
1.
Menganalisis
peran dan keterbatasan review boards dalam menjamin etika penelitian
pendidikan. 2.
Mengeksplorasi
dilema etis yang muncul dalam praktik penelitian, khususnya penelitian
kualitatif. 3.
Menawarkan
paradigma etika berbasis virtue ethics dan ethic of care
sebagai alternatif pendekatan administratif. 4.
Menunjukkan
pentingnya etika penelitian sebagai bagian dari pengembangan identitas dan
kompetensi peneliti. |
|
Metode |
Artikel
ini merupakan kajian literatur kritis (critical
review), memanfaatkan teori etika (utilitarianisme, deontologi, virtue
ethics, ethic of care) dan hasil-hasil penelitian sebelumnya. Tidak ada
eksperimen atau pengumpulan data primer, melainkan analisis konseptual dan
sintesis literatur. |
|
|
Hasil |
1.
Review
boards sering dianggap menghambat, birokratis, bahkan kontraproduktif
terhadap tujuan penelitian. 2.
Meski
begitu, proses etik tetap memicu peneliti berpikir kritis tentang tanggung
jawab moral dalam penelitian. 3.
Etika
penelitian tidak cukup dipahami sebagai “aturan sekali jalan”, melainkan
dilema dinamis sepanjang penelitian. 4.
Etika
penelitian harus dipahami sebagai bagian dari proses pembentukan identitas
peneliti (researcher development). 5.
Virtue
ethics dan ethic of care
menawarkan landasan normatif yang lebih humanis, kontekstual, dan
berkelanjutan. |
|
|
Implikasi |
Artikel ini memiliki implikasi penting bagi peneliti pendidikan, termasuk
pendidikan fisika: 1.
Etika penelitian sebaiknya dipandang sebagai bagian
dari proses pembelajaran peneliti, bukan sekadar syarat administratif. 2.
Peneliti pendidikan fisika perlu mengintegrasikan ethic of care dalam interaksi dengan
partisipan, terutama dalam riset yang melibatkan siswa. 3.
Institusi pendidikan perlu menyeimbangkan regulasi
formal dengan pembinaan etika peneliti secara pedagogis. 4.
Perlu pengembangan kerangka etika yang lebih relevan
dengan tantangan riset abad 21 (big data, AI, teknologi laboratorium
virtual). |
|
|
Kata Kunci |
Ethics, Educational Research,
Researcher Development, Virtue Ethics, Ethic of Care. |
|
|
|
Kesimpulan |
Artikel ini memberikan kontribusi penting dalam wacana metodologi
penelitian pendidikan dengan menegaskan bahwa etika bukan hanya persoalan
administratif, melainkan proses pedagogis yang membentuk identitas peneliti.
Meski artikel ini sangat relevan secara konseptual, bagi mahasiswa S2
Pendidikan Fisika artikel ini dapat dijadikan landasan filosofis dalam merancang penelitian empiris
yang lebih kontekstual. Ke depan, tantangan etika penelitian perlu diperdalam
dalam konteks spesifik pendidikan fisika, terutama terkait teknologi riset
modern dan dinamika kelas berbasis STEM. |
|
Metode
(Kajian) |
GAP
(Celah Penelitian) |
Hasil |
Keterlamaan |
Novelty |
|
Kajian literatur kritis
(konseptual, berbasis teori etika) |
Belum ada pemetaan mendalam
tentang etika sebagai proses pedagogis dalam riset pendidikan |
Menunjukkan bahwa review boards
bersifat terbatas; etika penelitian adalah proses dinamis & bagian dari
pembentukan identitas peneliti |
Fokus masih umum, belum spesifik
pada konteks pendidikan fisika & teknologi riset terbaru |
Menawarkan paradigma etika berbasis
virtue ethics & ethic of care, melampaui pendekatan
administratif |
sources ; https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1474904118796315
Comments
Post a Comment