METOPEN-kausal-komparatif (artikel ke-8)

Nama : Aurelia Apriliyani
NIM/OFF : 250321803931/A
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Kuantitatif
Tugas : Review Artikel ke-8  (Penelitian KUANTITATIF non-eksperimen: Deskriptif, korelasional, dan kausal-komparatif (+statistik yang diperlukan)

Novelty Artikel

Artikel ini memiliki kebaruan dalam menerapkan pendekatan Physics First (PF) yang dipadukan dengan kurikulum berbasis model (model-based physics curriculum) untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa. Kebaruan terletak pada penggunaan analisis Rasch modeling terhadap data Force Concept Inventory (FCI), sehingga memberikan bukti lebih kuat terkait unidimensionalitas instrumen dan efektivitas pendekatan pembelajaran. Penelitian ini juga merupakan salah satu studi awal yang secara empiris membandingkan efektivitas program PF berbasis model dengan program fisika konvensional di sekolah menengah Amerika Serikat, sekaligus menyoroti implementasi pembelajaran berbasis model melalui observasi kelas, survei aktivitas instruksional, dan data hasil belajar.

Keterlamaan Artikel

Keterlamaan penelitian ini terletak pada keterbatasan konteks, yaitu hanya melibatkan dua sekolah di kawasan Mid-Atlantic dengan sampel 301 siswa. Selain itu, desain penelitian bersifat kausal-komparatif tanpa randomisasi sehingga validitas internal masih dapat dipertanyakan. Fokus penelitian juga terbatas pada ranah mekanika, sehingga generalisasi pada topik fisika lain masih terbatas. Penelitian ini belum secara komprehensif mengeksplorasi keterkaitan antara Physics First dan capaian kuantitatif problem solving, melainkan baru menilai aspek pemahaman konseptual melalui FCI.

 

Analisis / Review Kritis

Abstrak :
Penelitian ini bertujuan menguji efek kurikulum fisika berbasis model yang diimplementasikan dalam kerangka Physics First terhadap pemahaman konseptual siswa sekolah menengah. Studi ini melibatkan lima guru dan 301 siswa di dua sekolah menengah kawasan Mid-Atlantic. Instrumen utama yang digunakan adalah Force Concept Inventory (FCI) yang dianalisis dengan Rasch modeling, ditambah survei aktivitas instruksional siswa dan protokol observasi guru (RTOP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas IX yang mengikuti kurikulum berbasis model dalam kerangka PF mencapai pemahaman konseptual lebih baik dibanding siswa kelas XI/XII yang belajar dengan metode tradisional non-PF. Temuan ini menegaskan efektivitas pembelajaran berbasis model dalam meningkatkan pemahaman konsep mekanika.keakuratan analisis instrumen multikonsep.

Judul

The Effects of a Model-Based Physics Curriculum Program with a Physics First Approach: A Causal-Comparative Study

Penulis

Ling L. Liang, Gavin W. Fulmer, David M. Majerich, Richard Clevenstine, & Raymond Howanski

Nama Jurnal

Journal of Science Education and Technology, Vol. 21, No. 1, 2012

Tujuan penelitian

1.      Membandingkan pengaruh kurikulum fisika berbasis model dengan program tradisional terhadap pemahaman konseptual siswa.

2.      Mengkaji dampak pendekatan Physics First dalam mengoptimalkan pembelajaran fisika tingkat menengah.

3.      Mengidentifikasi praktik pembelajaran berbasis model yang berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa.

Metode

Jenis penelitian: Causal-comparative study.

Populasi & Sampel: 301 siswa kelas IX–XII dari dua sekolah menengah di Mid-Atlantic, Amerika Serikat.

Instrumen:

1.       Force Concept Inventory (FCI) untuk mengukur pemahaman konsep mekanika.

2.       Instructional Activity Survey (IAS) untuk menilai aktivitas pembelajaran.

3.       Reformed Teaching Observation Protocol (RTOP) untuk observasi praktik guru.

Analisis data:

1.       Rasch scaling analysis untuk menguji unidimensionalitas FCI dan mengkonversi skor.

2.       Analysis of Covariance (ANCOVA) dengan skor pre-test sebagai kovariat.

3.       Perhitungan effect size menggunakan Hedges’ g.

 

Hasil

1.      Siswa kelas IX (PF dengan model-based curriculum) menunjukkan peningkatan signifikan skor FCI dibanding siswa kelas XI/XII pada program konvensional non-PF. Efeknya sangat besar (Hedges’ g = 2,45 untuk kelompok honors; g = 2,62 untuk kelompok non-honors).

2.      Survei aktivitas menunjukkan bahwa siswa di kelas model-based lebih sering terlibat dalam kegiatan inkuiri, kerja kelompok, perancangan eksperimen, menulis laporan, presentasi, dan evaluasi sejawat.

3.      Hasil observasi RTOP menunjukkan bahwa guru di kelas model-based cenderung konsisten menerapkan pembelajaran berbasis inkuiri, meskipun masih ada variasi dalam interaksi kelas dan penggunaan diskursus ilmiah.

Implikasi

Hasil penelitian ini memperkuat argumentasi bahwa kurikulum berbasis model yang dipadukan dengan pendekatan Physics First efektif meningkatkan pemahaman konseptual siswa dalam fisika. Selain memberikan kontribusi empiris pada efektivitas PF, studi ini juga memperkenalkan penggunaan Rasch modeling dalam analisis instrumen FCI, sehingga membuka peluang bagi metodologi yang lebih kuat dalam penelitian pendidikan fisika. Guru dan perancang kurikulum dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai dasar untuk merancang program pembelajaran yang lebih menekankan pada praktik inkuiri, diskursus ilmiah, dan integrasi antara fisika dengan keterampilan matematis.

Kata Kunci

Physics First, Model-Based Curriculum, Force Concept Inventory, Rasch Analysis, Conceptual Learning

 

Kesimpulan

Artikel ini menunjukkan bahwa kombinasi kurikulum fisika berbasis model dengan pendekatan Physics First memberikan dampak signifikan terhadap pemahaman konseptual siswa sekolah menengah. Keberhasilan program ini ditunjukkan melalui hasil tes FCI yang dianalisis dengan Rasch modeling serta diperkuat dengan data survei aktivitas instruksional dan observasi kelas. Meskipun terdapat keterlamaan pada keterbatasan sampel dan desain penelitian, artikel ini tetap memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kurikulum sains berbasis model dan relevansi Physics First dalam meningkatkan literasi sains siswa.



Metode (Kajian)

GAP (Celah Penelitian)

Hasil

Keterlamaan

Novelty

Studi kausal-komparatif dengan instrumen FCI, IAS, dan RTOP; analisis Rasch & ANCOVA.

Minim penelitian empiris yang menguji integrasi Physics First dengan kurikulum berbasis model menggunakan metode analisis modern.

PF berbasis model meningkatkan pemahaman konsep fisika secara signifikan (g > 2); siswa lebih aktif dalam inkuiri dan diskursus ilmiah.

Hanya 2 sekolah di Mid-Atlantic; non-randomisasi; fokus pada mekanika; belum mengukur problem solving kuantitatif.

Penerapan Rasch modeling pada FCI dan evaluasi empiris pertama PF berbasis model di AS.


sources ; https://www.researchgate.net/publication/227139814_The_Effects_of_a_Model-Based_Physics_Curriculum_Program_with_a_Physics_First_Approach_A_Causal-Comparative_Study

 


Comments

Popular posts from this blog

METOPEN-Statistik 5

(review) artikel 1; Hakekat penelitian pendidikan: Peran penelitian pendidikan, isu-isu epistemologi dalam penelitian pendidikan: modernism (positivisme) dan posmodernism (post-positivisme)

METOPEN- Validitas dan Realibilitas (review artikel ke-7)