METOPEN KUANTITATIF - Review Artikel ke-3 (Pemilihan masalah penelitian, dan pertanyaan penelitian)
Nama : Aurelia Apriliyani
NIM/OFF : 250321803931/A
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Kuantitatif
Tugas : Review Artikel ke-3 (Pemilihan masalah penelitian, dan pertanyaan
penelitian)
|
Novelty Artikel |
Artikel
berjudul “The Usefulness of Qualitative and
Quantitative Approaches and Methods in Researching Problem-Solving Ability in
Science Education Curriculum” karya Eyisi Daniel (2016) memiliki
keterbaruan pada upayanya mengkaji secara kritis peran dua pendekatan utama penelitian (kualitatif dan
kuantitatif) dalam meneliti kemampuan pemecahan masalah di kurikulum
pendidikan sains. Kebaruan artikel ini bukan terletak pada pengembangan
instrumen atau implementasi langsung di kelas, melainkan pada pemetaan komprehensif kelebihan dan kekurangan
kedua pendekatan serta relevansinya dengan pembelajaran problem
solving. Kontribusi pentingnya adalah menekankan bahwa pendekatan kualitatif dan kuantitatif sebaiknya
saling melengkapi, bukan dipertentangkan, khususnya dalam konteks
pendidikan sains yang menuntut keterampilan berpikir kritis dan pemecahan
masalah. |
|
Keterlamaan Artikel |
Keterlamaan artikel ini adalah bahwa pembahasan masih bersifat umum dan konseptual, belum memberikan
model praktis atau kerangka implementasi konkret dalam penelitian pendidikan
fisika. Selain itu, artikel lebih banyak mengulas literatur hingga awal
2010-an, sehingga kurang menyinggung
perkembangan terbaru (misalnya, integrasi teknologi digital atau
analisis data big data dalam pendidikan). Dengan demikian, meskipun relevan
pada masanya, artikel ini belum cukup menjawab kebutuhan penelitian
pendidikan fisika di era pembelajaran berbasis teknologi dan kurikulum abad
21. |
Analisis
/ Review Kritis
|
|
Judul |
The
Usefulness of Qualitative and Quantitative Approaches and Methods in
Researching Problem-Solving Ability in Science Education Curriculum |
|
Penulis |
Eyisi
Daniel |
|
|
Nama Jurnal |
Journal of
Education and Practice, Vol. 7, No. 15 (2016) |
|
|
Abstrak : |
Tujuan
penelitian |
1.
Mengkaji secara kritis kelebihan dan kelemahan
pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian problem solving pada
pendidikan sains. 2.
Mengevaluasi
relevansi masing-masing pendekatan dengan konteks kurikulum pendidikan sains. 3.
Memberikan
arahan metodologis bagi peneliti pendidikan sains dalam memilih pendekatan
penelitian yang tepat. |
|
Metode |
Artikel ini
merupakan kajian literatur kritis (critical review) yang menganalisis enam
penelitian terdahulu. Penulis tidak melakukan eksperimen atau pengumpulan
data primer, melainkan menyoroti kelebihan–kekurangan, peluang, serta
relevansi masing-masing pendekatan. |
|
|
Hasil |
1.
Pendekatan
kualitatif unggul dalam memberikan pemahaman mendalam, kontekstual,
dan humanis terhadap proses pemecahan masalah, tetapi kelemahannya terletak
pada keterbatasan generalisasi dan replikasi. 2.
Pendekatan
kuantitatif memungkinkan generalisasi, replikasi, serta kontrol
variabel yang lebih ketat, tetapi kerap dianggap kaku, kurang menghargai
konteks, dan berpotensi mengabaikan dinamika sosial siswa. 3.
Penulis
menegaskan bahwa kombinasi kedua pendekatan (mixed method) lebih tepat
untuk meneliti kemampuan pemecahan masalah dalam pendidikan sains. |
|
|
Implikasi |
Artikel ini memberikan implikasi penting bagi peneliti dan praktisi
pendidikan fisika: 1.
Penelitian tentang problem solving sebaiknya
menggunakan pendekatan mixed method
untuk memperoleh gambaran menyeluruh. 2.
Guru dan peneliti dapat mempertimbangkan kelebihan
masing-masing pendekatan dalam merancang studi kelas sehingga hasilnya lebih
aplikatif. 3.
Perlu penelitian lanjutan yang lebih kontekstual dan
berbasis teknologi pendidikan modern untuk melengkapi tinjauan konseptual
yang telah dilakukan. |
|
|
Kata Kunci |
Problem solving, Pendidikan Sains, Penelitian Kualitatif, Penelitian
Kuantitatif, Metodologi Penelitian |
|
|
|
Kesimpulan |
Artikel ini berkontribusi pada diskursus metodologi penelitian pendidikan
dengan menekankan pentingnya keseimbangan antara pendekatan kualitatif dan
kuantitatif. Namun, bagi peneliti S2 Pendidikan Fisika, artikel ini sebaiknya
dijadikan dasar konseptual
untuk merancang studi empiris yang lebih spesifik, misalnya menguji
efektivitas model pembelajaran problem solving dengan desain mixed method
yang lebih aplikatif. |
|
Metode
(Kajian) |
GAP
(Celah Penelitian) |
Hasil |
Keterlamaan |
Novelty |
|
Kajian literatur kritis atas 6
artikel (3 kualitatif, 3 kuantitatif) |
Belum ada pemetaan komprehensif
kelebihan dan kekurangan kedua pendekatan dalam konteks problem solving
pendidikan sains |
Menunjukkan bahwa kedua pendekatan
memiliki kekuatan & kelemahan; kombinasi lebih tepat |
Pembahasan masih umum, belum
memberikan kerangka praktis, literatur yang digunakan relatif lama |
Menawarkan analisis kritis yang
menegaskan perlunya integrasi kualitatif–kuantitatif dalam penelitian problem
solving di pendidikan sains |
sources ; https://eric.ed.gov/?id=EJ1103224
Comments
Post a Comment