Pembangunan Berkelanjutan untuk Masyarakat: Teknik analisis masalah berbasis data

 

Nama : Aurelia Apriliyani
NIM/OFF : 250321803931/A
Mata Kuliah : Pembangunan Berkelanjutan untuk Masyarakat
 Tugas : Review Artikel ke-4 (Teknik analisis masalah berbasis data)

Novelty Artikel

Artikel karya N. Bachmann, S. Tripathi, M. Brunner, dan H. Jodlbauer (2022) ini memberikan kontribusi penting dengan menyajikan tinjauan literatur komprehensif tentang bagaimana teknologi berbasis data (big data, AI, IoT, machine learning, deep learning) berperan dalam mendukung maupun menghambat pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kebaruan (novelty) utamanya adalah:

 

1.      Mengintegrasikan analisis berbasis data pada semua dimensi SDGs (sosial, ekonomi, dan lingkungan), tidak terbatas pada satu sektor.

 

2.      Menghasilkan kerangka konseptual yang mengelompokkan temuan dalam empat kategori utama: (1) penggunaan metode data-driven (monitoring, forecasting, mapping, risk assessment), (2) dampak positif, (3) tantangan, dan (4) rekomendasi aksi.

 

3.      Menekankan isu tantangan baru seperti konsumsi energi komputasi, privasi data, bias data, dan etika penggunaan AI—dimensi yang jarang disentuh dalam studi SDGs sebelumnya

Keterlamaan Artikel

Keterlamaan artikel ini terletak pada cakupannya yang luas namun masih bersifat eksploratif. Meskipun artikel berhasil merangkum 193 publikasi terkait, analisisnya belum mendalam pada sektor atau SDG tertentu. Selain itu, metode yang digunakan berupa qualitative content analysis sehingga hasilnya lebih bersifat konseptual, belum menghasilkan indikator kuantitatif operasional untuk mengukur kontribusi teknologi berbasis data terhadap target SDGs. Data yang digunakan sebagian besar berasal dari publikasi hingga tahun 2021, sehingga belum mencakup perkembangan terbaru (misalnya penggunaan generative AI tahun 2023–2025).

 

Analisis / Review Kritis

Abstrak :
Artikel ini merupakan tinjauan literatur yang menganalisis sejauh mana teknologi berbasis data (AI, big data, IoT, ML, DL) telah membantu maupun menghambat pencapaian 17 SDGs. Dengan metode analisis isi kualitatif, penulis mengidentifikasi 193 publikasi relevan. Hasil menunjukkan bahwa teknologi berbasis data berkontribusi dalam meningkatkan reliabilitas informasi, mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, serta mengoptimalkan alokasi sumber daya. Namun, terdapat pula tantangan seperti kesenjangan data, bias data, konsumsi energi tinggi, isu etika, privasi, dan keamanan. Penulis kemudian menyusun kerangka konseptual berisi kategori penggunaan metode, dampak positif, tantangan, dan rekomendasi aksi.

Judul

The Contribution of Data-Driven Technologies in Achieving the Sustainable Development Goals

Penulis

Nadine Bachmann, Shailesh Tripathi, Manuel Brunner, Herbert Jodlbauer

Nama Jurnal

Sustainability, Vol. 14, No. 2497, 2022.

Tujuan penelitian

1.      Mengidentifikasi peran teknologi berbasis data dalam pencapaian 17 SDGs.

2.      Menyintesis temuan penelitian lintas sektor mengenai manfaat dan hambatan data-driven approaches.

3.      Menyusun kerangka konseptual yang dapat menjadi dasar kebijakan dan penelitian lanjutan.

Metode

Penelitian ini menggunakan:

1.      Exploratory literature review berbasis pendekatan Tranfield et al. untuk systematic review.

2.      Pencarian literatur menggunakan kombinasi kata kunci: “data-driven”, “AI”, “big data”, “machine learning”, “SDGs”, “sustainability”.

3.      Analisis isi kualitatif (qualitative content analysis, Finfgeld-Connett) untuk mengkode dan mengelompokkan temuan.

4.      Total 193 artikel dianalisis (2015–2021) dengan hasil yang dikelompokkan ke dalam 4 kategori utama.

Hasil

1.      Teknologi berbasis data membantu SDGs melalui pemantauan kemiskinan (SDG 1), pertanian cerdas (SDG 2), sistem kesehatan digital (SDG 3), pembelajaran digital (SDG 4), pemantauan kualitas air (SDG 6), energi pintar (SDG 7), kota cerdas (SDG 11), dan manajemen konsumsi-produksi (SDG 12).

2.      Dampak positif: monitoring lebih efisien, prediksi risiko lebih akurat, optimalisasi sumber daya, pengambilan keputusan berbasis bukti.

3.      Tantangan: bias data, data gap di negara berkembang, konsumsi energi pusat komputasi, privasi, keamanan, serta potensi “digital divide” yang meningkatkan kesenjangan sosial.

4.      Rekomendasi: penguatan tata kelola data, peningkatan inklusi digital, pengembangan model AI hemat energi, serta kolaborasi multi-stakeholder.

Implikasi

1.      Bagi kebijakan: Memberi dasar evidence-based policy dalam penerapan teknologi digital untuk pencapaian SDGs.

2.      Bagi penelitian: Membuka peluang riset kuantitatif lanjutan untuk mengukur kontribusi nyata tiap teknologi pada indikator SDG.

3.      Bagi pendidikan: Artikel relevan dengan integrasi tema SDGs dalam pembelajaran berbasis data, misalnya dalam fisika komputasi, matematika, dan statistika untuk menganalisis big data.

Kata Kunci

Sustainable Development Goals (SDG), data-driven, big data, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), machine learning (ML).

 

Kesimpulan

Artikel ini menunjukkan bahwa teknologi berbasis data memiliki potensi besar sebagai katalis dalam pencapaian SDGs, namun juga menghadirkan tantangan baru yang perlu diantisipasi. Kontribusi terbesarnya adalah kerangka konseptual yang menyatukan berbagai temuan lintas sektor, sekaligus menggarisbawahi pentingnya tata kelola data, etika, dan inklusi digital. Bagi mahasiswa, artikel ini memberi gambaran nyata bagaimana pendekatan analisis data dapat diaplikasikan pada isu global dan lokal terkait pembangunan berkelanjutan.



Metode (Kajian)

GAP (Celah Penelitian)

Hasil

Keterlamaan

Novelty

Exploratory literature review + qualitative content analysis atas 193 artikel (2015–2021)

Studi sebelumnya bersifat parsial, hanya membahas teknologi tertentu atau SDG tertentu; belum ada sintesis komprehensif lintas 17 SDGs

Teknologi data-driven membantu monitoring, forecasting, decision-making; namun juga menghadirkan bias, data gap, dan konsumsi energi tinggi

Data hanya sampai 2021, masih bersifat konseptual, belum ada indikator kuantitatif; perkembangan AI terbaru (mis. generative AI) belum tercakup

Integrasi temuan lintas sektor ke dalam kerangka konseptual 4 dimensi (uses, positive effects, challenges, recommendations); menekankan isu baru: etika, privasi, bias data, energi komputasi


Sources ; https://www.mdpi.com/2071-1050/14/5/2497

 

Comments

Popular posts from this blog

METOPEN-Statistik 5

(review) artikel 1; Hakekat penelitian pendidikan: Peran penelitian pendidikan, isu-isu epistemologi dalam penelitian pendidikan: modernism (positivisme) dan posmodernism (post-positivisme)

METOPEN- Validitas dan Realibilitas (review artikel ke-7)