Review Artikel ke-6 (Pengumpulan data penelitian kuantitatif melalui tes, quesioner, wawancara, observasi)

 

Nama : Aurelia Apriliyani
NIM/OFF : 250321803931/A
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Kuantitatif
Tugas : Review Artikel ke-6 (Pengumpulan data penelitian kuantitatif melalui tes, quesioner, wawancara, observasi)

Novelty Artikel

Artikel ini memiliki kebaruan dalam menelaah pengaruh model Inquiry Based Learning (IBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA pada materi elastisitas dan Hukum Hooke. Kebaruan terletak pada kombinasi instrumen pengumpulan data kuantitatif yang digunakan, yaitu tes, kuesioner, dan observasi, sehingga penelitian tidak hanya menilai capaian kognitif melalui pretest dan posttest, tetapi juga melibatkan aspek afektif (respon siswa) dan observasi proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga menekankan pentingnya mengintegrasikan keterampilan berpikir kritis ke dalam pembelajaran fisika, suatu fokus yang semakin relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.

Keterlamaan Artikel

Keterbatasan artikel ini terletak pada cakupan penelitian yang sempit: hanya melibatkan dua kelas dari satu sekolah, tanpa randomisasi dalam pemilihan kelas kontrol dan eksperimen. Dengan demikian, generalisasi hasil penelitian masih terbatas. Selain itu, reliabilitas dan validitas instrumen kuesioner maupun observasi tidak dijelaskan secara rinci, sehingga transparansi kualitas instrumen masih kurang. Penelitian juga belum menyentuh pada dimensi jangka panjang, misalnya apakah kemampuan berpikir kritis siswa bertahan setelah pembelajaran selesai.

 

Analisis / Review Kritis

 

Judul

Pengaruh Model Inquiry Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Materi Fisika Elastisitas dan Hukum Hooke

Penulis

Savana Nisva Yaumie & Dwikoranto

Nama Jurnal

IPF: Inovasi Pendidikan Fisika, Vol. 13, No. 1, 2024

Abstrak :
Artikel ini melaporkan penelitian kuasi-eksperimen dengan desain Non-equivalent Control Group Design pada dua kelas XI SMA Kartika IV-3 Surabaya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Inquiry Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda (pretest dan posttest), kuesioner respon siswa, dan lembar observasi aktivitas kelas. Analisis dilakukan dengan uji-t berpasangan, n-gain, serta deskripsi persentase respon dan observasi. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis IBL berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Tujuan penelitian

1.      Menganalisis pengaruh model Inquiry Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA pada materi elastisitas dan Hukum Hooke.

2.      Mengidentifikasi respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran IBL.

3.      Mengobservasi keterlaksanaan model pembelajaran IBL dalam konteks kelas nyata.

Metode

Jenis penelitian: Kuasi-eksperimen (Non-equivalent Control Group Design).

 

Populasi & Sampel: Seluruh siswa kelas XI SMA Kartika IV-3 Surabaya; sampel 2 kelas (XI.A eksperimen, XI.B kontrol).

 

Instrumen pengumpulan data:

 

1.      Tes pilihan ganda pretest–posttest untuk mengukur kemampuan berpikir kritis.

 

2.      Kuesioner respon siswa terhadap pembelajaran IBL.

 

3.      Lembar observasi aktivitas pembelajaran.

 

Analisis data: Uji-t berpasangan, perhitungan n-gain, analisis deskriptif persentase.

Hasil

1.      Kemampuan berpikir kritis siswa meningkat signifikan pada kelas eksperimen setelah pembelajaran IBL, dengan rata-rata n-gain sebesar 0,64 (kategori sedang ke tinggi).

2.      Hasil uji-t menunjukkan perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol.

3.      Respon siswa terhadap pembelajaran IBL sangat positif (84%).

4.      Hasil observasi menunjukkan keterlibatan siswa meningkat pada kelas eksperimen.

Implikasi

1.      Penelitian ini membuktikan bahwa model IBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi fisika.

2.      Guru dapat memanfaatkan kuesioner dan observasi sebagai instrumen tambahan untuk memantau keterlibatan siswa, bukan hanya tes hasil belajar

3.      Relevan untuk pendidikan fisika di Indonesia karena memberi bukti empiris lokal tentang efektivitas pembelajaran aktif berbasis inkuiri.

4.      Memberikan inspirasi untuk penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas dan validitas instrumen yang lebih teruji.

Kata Kunci

Inquiry Based Learning, Kemampuan Berpikir Kritis, Fisika, Tes, Kuesioner, Observasi

 

Kesimpulan

Artikel ini memberikan kontribusi penting dalam metodologi penelitian kuantitatif pendidikan fisika, dengan menunjukkan penggunaan instrumen pengumpulan data yang beragam (tes, kuesioner, observasi) dalam satu penelitian empiris. Hasil penelitian memperkuat argumen bahwa model pembelajaran inkuiri mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Meski terbatas pada konteks satu sekolah, artikel ini tetap relevan sebagai acuan metodologis dan empiris bagi mahasiswa S2 dalam memahami penerapan desain kuasi-eksperimen dengan instrumen pengumpulan data yang komprehensif.



Metode (Kajian)

GAP (Celah Penelitian)

Hasil

Keterlamaan

Novelty

Kuasi-eksperimen dengan instrumen tes, kuesioner, observasi

Minim penelitian empiris lokal yang menggunakan kombinasi tiga instrumen ini dalam pembelajaran fisika SMA

Model IBL meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa; respon siswa positif; keterlibatan kelas meningkat

Sampel kecil, satu sekolah, tanpa randomisasi; validitas instrumen belum detail

Integrasi instrumen tes, kuesioner, dan observasi dalam satu penelitian fisika SMA; fokus pada keterampilan berpikir kritis

 


sources ; 

 

Comments

Popular posts from this blog

METOPEN- Validitas dan Realibilitas (review artikel ke-7)

METOPEN-Statistik 5

(review) artikel 1; Hakekat penelitian pendidikan: Peran penelitian pendidikan, isu-isu epistemologi dalam penelitian pendidikan: modernism (positivisme) dan posmodernism (post-positivisme)