METOPEN-Penelitian KUANTITATIF: berbagai desain penelitian eksperimen (artikel ke-10)
Nama : Aurelia Apriliyani
NIM/OFF : 250321803931/A25
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Kuantitatif
Tugas : Review Artikel ke-10 (Penelitian
KUANTITATIF: berbagai desain penelitian eksperimen)
|
Novelty Artikel |
Artikel ini memiliki kebaruan
dalam penerapan desain penelitian kuantitatif eksperimen yang
menggabungkan inquiry learning model dengan alat eksperimen
berbiaya rendah (AOPC – Affordable Pendulum and Collision Prop) dalam
pembelajaran fisika. Pendekatan ini menawarkan solusi inovatif terhadap
keterbatasan fasilitas laboratorium di sekolah dengan biaya minimum, tanpa
mengorbankan kualitas proses pembelajaran. Kebaruan juga terletak pada
pengujian validitas, reliabilitas, dan efektivitas model pembelajaran
berbasis inquiry dengan alat AOPC terhadap dua variabel penting dalam
pendidikan sains — problem-solving skills (PSS) dan self-efficacy
(SE) — melalui pendekatan kuasi-eksperimen dengan non-equivalent
control group design. Penelitian ini menekankan integrasi alat eksperimen
murah dalam konteks pembelajaran berbasis penyelidikan, sebuah topik yang
relatif baru dan relevan bagi pengembangan pendidikan fisika di sekolah
menengah. |
|
Keterlamaan Artikel |
Keterbatasan utama penelitian ini
terletak pada ruang lingkup yang masih terbatas pada materi fisika “bandul
matematis sederhana” di jenjang SMA. Generalisasi hasil belum
mencakup konteks materi lain ataupun tingkat pendidikan berbeda (misalnya
perguruan tinggi). Selain itu, penelitian hanya membahas peningkatan PSS
dan SE, tanpa melibatkan variabel kognitif lain seperti critical
thinking atau scientific reasoning. Metode eksperimen yang digunakan
bersifat kuasi-eksperimen, sehingga kendali terhadap variabel luar
tidak sekuat eksperimen murni. Penelitian juga belum meninjau dampak jangka
panjang penerapan model pembelajaran tersebut, melainkan sebatas pada uji
efektivitas dalam satu periode pembelajaran. |
Analisis
/ Review Kritis
|
Abstrak : Hasil
validasi ahli menunjukkan bahwa seluruh instrumen berada pada kategori “sangat
valid dan reliabel” (α > 0,7). Uji efektivitas menunjukkan bahwa kelas
eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada PSS (N-gain = 0,66, p
< 0,05; effect size = 2,71 “very large”) dan SE (effect size
= 0,62 “medium”). Hasil ini membuktikan bahwa inquiry learning dengan alat
AOPC efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan keyakinan diri
siswa dalam belajar fisika. |
Judul |
Effect
of Physics Inquiry Learning with Low-cost Experiment Tool on Students’
Problem-solving Skills and Self-efficacy |
|
Penulis |
Iqbal
Ainur Rizki, Ermia Fadilata Khoir, Fatihatun Nikmah, Binar Kurnia Prahani,
& Eko Hariyono |
|
|
Nama Jurnal |
Physics Education Research Journal
(PERJ), Vol. 6 No.1, 2024 |
|
|
Tujuan penelitian |
1.
Menganalisis
validitas dan reliabilitas perangkat pembelajaran inquiry berbantuan
alat AOPC. 2.
Mengetahui
efektivitas model pembelajaran tersebut terhadap peningkatan problem-solving
skills (PSS) dan self-efficacy (SE) siswa. |
|
|
Metode |
Jenis penelitian: Populasi
dan Sampel: Instrumen: 1.
Modul pembelajaran dan bahan ajar berbasis inquiry learning. 2.
Lembar kerja siswa (student worksheet). 3.
Alat eksperimen AOPC (Affordable Pendulum and
Collision Prop). 4.
Tes PSS berdasarkan rubrik Teodorescu et al. (2013). 5.
Kuesioner SE berdasarkan dimensi Bandura (1997). Teknik
analisis data: 1.
Validitas dan reliabilitas diuji dengan expert judgment dan Cronbach’s Alpha (α ≥
0,7). 2.
Efektivitas dianalisis menggunakan paired t-test, independent t-test, N-gain,
dan effect size (Cohen’s d). |
|
|
Hasil |
Validitas dan reliabilitas instrumen: Seluruh perangkat
pembelajaran dinyatakan “sangat valid
dan reliabel” (rα ≥ 0,87; α ≥ 0,72). Kemampuan pemecahan masalah (PSS): 1.
Kelas eksperimen meningkat signifikan dari skor
pretest 2,73 (sedang) menjadi 5,61 (tinggi), p < 0,05. 2. N-gain
= 0,66 (kategori sedang) dan effect size
= 2,71 (sangat besar). Self-efficacy (SE): 1.
Kelas eksperimen memiliki rata-rata SE = 84,09
(lebih tinggi dari kontrol 76,33), p
< 0,05. 2.
Effect size
= 0,62 (kategori sedang). Respon siswa: 74,68% menunjukkan kategori positif, menandakan penerimaan baik
terhadap model pembelajaran ini. |
|
|
Implikasi |
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penerapan inquiry learning berbantuan AOPC mampu meningkatkan
kemampuan pemecahan masalah dan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran
fisika. Model ini memberikan alternatif pembelajaran yang inovatif,
efisien, dan kontekstual, terutama bagi sekolah dengan keterbatasan alat
laboratorium. Selain itu, penelitian ini
memperkuat konsep pembelajaran konstruktivistik dan experiential learning,
di mana siswa aktif membangun pemahaman melalui pengalaman langsung,
kolaborasi, dan refleksi. Model ini berpotensi diadaptasi pada topik fisika
lain serta jenjang pendidikan berbeda |
|
|
Kata Kunci |
Inquiry Learning, Low-cost
Experiment Tool, Problem-solving Skills, Self-efficacy, Physics Education |
|
|
|
Kesimpulan |
Penelitian ini membuktikan bahwa
model inquiry learning dengan bantuan alat eksperimen murah (AOPC)
terbukti valid, reliabel, dan efektif dalam meningkatkan problem-solving
skills serta self-efficacy siswa. Inovasi ini berkontribusi
signifikan terhadap pembelajaran fisika berbasis eksperimen, terutama pada
sekolah dengan keterbatasan sumber daya. Keterbatasan penelitian terletak
pada konteks materi dan jenjang pendidikan yang masih sempit, sehingga
diperlukan penelitian lanjutan pada topik dan level berbeda. Meski demikian,
hasilnya memberikan dasar kuat bagi pengembangan desain eksperimen
kuantitatif yang mengedepankan kemandirian, kreativitas, dan pengalaman
belajar nyata. |
|
Metode
(Kajian) |
GAP
(Celah Penelitian) |
Hasil |
Keterlamaan |
Keterbaruan
(Novelty) |
|
Kuantitatif, kuasi-eksperimen (non-equivalent control group design), uji validitas–reliabilitas, uji efektivitas (t-test, N-gain, effect size). |
Rendahnya kemampuan problem
solving dan self-efficacy siswa serta minimnya alat eksperimen murah dalam
pembelajaran fisika berbasis inquiry. |
PSS meningkat signifikan
(N-gain=0,66; d=2,71), SE meningkat (d=0,62), instrumen valid–reliabel,
respon siswa positif. |
Hanya pada materi bandul sederhana
dan level SMA; belum diuji pada konteks lain atau jangka panjang. |
Integrasi model inquiry learning
dengan alat eksperimen murah (AOPC) untuk meningkatkan PSS dan SE siswa
fisika. |
sources ; https://journal.walisongo.ac.id/index.php/perj/article/view/19001/5703
Comments
Post a Comment