METOPEN-Statistik 2
Nama : Aurelia Apriliyani
NIM/OFF : 250321803931/A25
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Kuantitatif
Tugas : Review Artikel ke-12 (Statistik 2: Korelasi dan Regresi)
|
Novelty Artikel |
Artikel
ini menawarkan kebaruan dalam menjelaskan secara kuantitatif mekanisme
terjadinya bias variabel terabaikan (omitted variable bias) pada model
regresi yang umum digunakan di Physics Education Research (PER). Berbeda dari
penelitian-penelitian sebelumnya yang hanya menyinggung potensi bias secara
konseptual, studi ini menggunakan model regresi linier dan data autentik
(E-CLASS survey) untuk memvisualisasikan bagaimana korelasi antarvariabel
memengaruhi estimasi koefisien regresi. Kebaruan
lain terletak pada penekanan metodologis: penulis menunjukkan secara
matematis dan empiris bahwa ketika variabel yang dikorelasikan dengan
variabel bebas maupun terikat diabaikan, hasil estimasi menjadi tidak valid.
Ini menjadikan artikel ini sebagai salah satu referensi awal yang secara
eksplisit mengkaji hubungan antara teori kausalitas, asumsi “ignorability”,
dan analisis regresi linear dalam penelitian pendidikan fisika. |
|
Keterlamaan Artikel |
Keterbatasan
artikel ini terletak pada ruang lingkup dan desain demonstratifnya. Model
yang digunakan bersifat ilustratif dan tidak dimaksudkan
untuk menghasilkan temuan substantif baru tentang hasil belajar siswa.
Analisis hanya menggunakan regresi linier sederhana tanpa
mempertimbangkan model regresi hierarkis atau multilevel yang umum dalam data
pendidikan fisika. Selain itu, tidak ada uji korelasi antarvariabel
menggunakan statistik inferensial (uji signifikansi r) karena fokus
artikel adalah pada bias konseptual, bukan analisis hubungan empiris yang
mendalam. |
Analisis
/ Review Kritis
|
Abstrak : |
Judul |
Exploring
the Effects of Omitted Variable Bias in Physics Education Research |
|
Penulis |
Cole
Walsh, Martin M. Stein, Ryan Tapping, Emily M. Smith, & N. G. Holmes |
|
|
Nama Jurnal |
Physical Review Physics Education
Research
(2021) – Open Access |
|
|
Tujuan
penelitian |
1.
Menjelaskan
secara teoretis dan empiris mekanisme munculnya bias akibat variabel
terabaikan dalam model regresi. 2.
Mengilustrasikan
dampak korelasi antarvariabel terhadap bias koefisien regresi menggunakan
data nyata. 3.
Memberikan
rekomendasi metodologis untuk pemilihan dan pengendalian variabel dalam
penelitian kuantitatif pendidikan fisika. |
|
|
Metode |
1.
Jenis
penelitian : Pendekatan kuantitatif
eksplanatori (metodologis-demonstratif). 2.
Model
analisis : Regresi linear berganda dengan
variabel kontrol (pre-test score, major, instruction type, URM status). 3.
Teknik
analisis : Perhitungan koefisien korelasi
Pearson (r) antarvariabel untuk menentukan potensi bias, diikuti uji
perbandingan tiga model regresi (Model 1, 2, 3). 4.
Data : 556 respon mahasiswa fisika Universitas Cornell yang
mengisi instrumen E-CLASS (pre-post survey). Tahapan Penelitian : 1. Menentukan
model “benar” (true model) dengan tiga variabel: pre-test, major,
dan variabel X (omitted). 2. Menghilangkan
variabel X untuk mensimulasikan bias pada koefisien regresi. 3. Menggunakan
persamaan (4) yang menghubungkan nilai r (Pearson) antarvariabel dengan besar
bias pada β₁. 4. Menguji
tiga model regresi empiris untuk menilai efek pengendalian terhadap bias. 5. Menafsirkan
perubahan nilai koefisien dan p-value untuk menilai besaran bias. |
|
|
Hasil |
1.
Terdapat
korelasi kuat antara variabel major dan jenis instruksi (r = 0.574),
menyebabkan bias besar bila variabel instruksi dihilangkan dari model. 2.
Setelah
menambahkan variabel kontrol “instruction”, efek major terhadap post-test
turun drastis (dari β = 3.43 menjadi β = 0.99), menunjukkan bahwa sebagian
besar efek semula berasal dari variabel yang terabaikan. 3.
Korelasi
lemah antara major dan URM status (r = −0.067) menunjukkan bias
minimal bila variabel tersebut dihilangkan. 4.
Secara
matematis, bias meningkat seiring kenaikan korelasi antarvariabel (r)
dan efek “true β” variabel yang dihilangkan. |
|
|
Implikasi |
Artikel ini memiliki implikasi kuat bagi penelitian kuantitatif pendidikan
fisika yang sering menggunakan regresi linier berganda dan analisis
korelasi. Penulis menegaskan pentingnya memeriksa korelasi
antarvariabel sebelum membangun model regresi agar tidak terjadi
kesalahan atribusi pengaruh. Dalam konteks metodologi, artikel ini menjadi
panduan bagi peneliti fisika pendidikan dalam: ·
Menentukan variabel kontrol yang relevan
secara teori. ·
Menghindari kesalahan interpretasi koefisien
regresi akibat variabel laten atau terabaikan. ·
Menyadarkan bahwa signifikansi statistik bukan
satu-satunya dasar dalam pemilihan variabel, tetapi harus mempertimbangkan
hubungan kausal dan korelasi antarvariabel. |
|
|
Kata Kunci |
Omitted Variable Bias, Regresi Linear, Korelasi Pearson, Analisis
Kuantitatif, Pendidikan Fisika, Validitas Model Statistik |
|
|
|
Kesimpulan |
Penelitian ini menegaskan bahwa regresi
dan korelasi adalah dua teknik yang saling bergantung dalam analisis
kuantitatif pendidikan fisika. Korelasi antarvariabel menentukan arah dan
besar bias dalam model regresi, sementara regresi memungkinkan estimasi pengaruh
relatif antarvariabel. |
|
Metode
(Kajian) |
GAP
(Celah Penelitian) |
Hasil |
Keterlamaan |
Keterbaruan
(Novelty) |
|
Regresi linear berganda dengan
analisis korelasi Pearson antarvariabel (pre-test, major, instruction, URM). |
Minimnya pemahaman empiris tentang
bagaimana variabel terabaikan menyebabkan bias dalam model regresi pada
penelitian pendidikan fisika. |
Korelasi tinggi antarvariabel
memunculkan bias besar dalam estimasi koefisien regresi; penambahan variabel
kontrol mengurangi bias signifikan. |
Model terbatas pada regresi linier
sederhana dan tidak menggunakan model multilevel; tidak membahas metode
koreksi bias lain seperti propensity score. |
Studi pertama yang menggabungkan
pendekatan matematis dan empiris untuk menjelaskan hubungan antara korelasi,
bias, dan validitas model regresi dalam konteks pendidikan fisika. |
Sources ; https://journals.aps.org/prper/abstract/10.1103/PhysRevPhysEducRes.17.010119
Comments
Post a Comment