PBM- (Inovasi teknologi ramah lingkungan)
Nama : Aurelia Apriliyani
NIM/OFF : 250321803931/A
Mata Kuliah : Pembangunan Berkelanjutan untuk Masyarakat
Tugas : Review Artikel ke-5 (Inovasi
teknologi ramah lingkungan)
|
Novelty Artikel |
Artikel
karya Carolin E. Lange, Tobias Ripp, dan Julian Kirchherr (2024) ini
memberikan kontribusi penting dalam studi pembangunan berkelanjutan dengan
meneliti dampak sosial-ekonomi dari proyek mikrogrid energi terbarukan di
wilayah pedesaan dan terpencil. Kebaruan
(novelty) utama artikel ini adalah: 1.
Menggabungkan dimensi energi, sosial, dan ekonomi
dalam menilai keberhasilan proyek mikrogrid, bukan hanya fokus pada aspek
teknis atau akses listrik. 2.
Menggunakan pendekatan mixed-method (kuantitatif
dan kualitatif) untuk menganalisis bagaimana mikrogrid memengaruhi kemiskinan
energi, pendapatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial masyarakat. 3.
Menawarkan kerangka evaluasi berbasis “beyond
electrification”, yaitu menilai dampak setelah listrik tersedia: bagaimana
masyarakat memanfaatkannya untuk kegiatan produktif dan kesejahteraan jangka
panjang. 4.
Mengidentifikasi faktor-faktor sosial seperti
kepercayaan komunitas, partisipasi lokal, dan tata kelola proyek sebagai
penentu keberlanjutan program energi desa. |
|
Keterlamaan Artikel |
Keterlamaan artikel ini terletak
pada cakupan wilayah dan periode penelitian yang relatif terbatas. Studi
mikrogrid yang dikaji terutama berasal dari Afrika dan Asia Selatan, sehingga
konteks lokal Asia Tenggara belum banyak tergambarkan. Selain itu, data utama berasal
dari proyek 2018–2023, sehingga belum mencakup perkembangan terbaru seperti
penerapan sistem AI-based energy optimization atau model bisnis
desentralisasi energi pasca-2024. Pendekatan mixed-method memang
kuat secara analisis sosial, namun belum menghasilkan model kuantitatif
jangka panjang untuk memproyeksikan dampak ekonomi mikrogrid terhadap
transisi energi nasional. |
Analisis
/ Review Kritis
|
Abstrak : Hasilnya menunjukkan bahwa proyek
mikrogrid yang melibatkan masyarakat secara aktif lebih berkelanjutan,
menurunkan biaya energi, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan membuka
peluang pendidikan serta usaha kecil. Namun, risiko kegagalan meningkat jika
pengelolaan tidak partisipatif atau biaya perawatan tidak dipertimbangkan. |
Judul |
Empowering
communities beyond wires: Renewable energy microgrids and the impacts on
energy poverty and socio-economic outcomes |
|
Penulis |
Carolin
E. Lange, Tobias Ripp, Julian Kirchherr |
|
|
Nama Jurnal |
Energy Research & Social
Science, Volume 112, 2024. |
|
|
Tujuan
penelitian |
1.
Mengidentifikasi hubungan antara pembangunan
mikrogrid energi terbarukan dengan penurunan kemiskinan energi. 2.
Mengevaluasi dampak sosial-ekonomi dari akses listrik
terhadap pendapatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. 3.
Mengembangkan kerangka kebijakan yang dapat membantu
perencanaan energi desa berkelanjutan. |
|
|
Metode |
Penelitian ini menggunakan: 1.
Pendekatan
mixed-method: kombinasi quantitative impact
assessment dan qualitative case study. 2.
Data
diperoleh dari 15 proyek mikrogrid di Afrika Timur dan Asia Selatan
(2018–2023). 3.
Analisis
mencakup variabel: akses energi, pengeluaran rumah tangga, pendidikan,
gender, dan partisipasi sosial. 4.
Menggunakan
regression-based comparison untuk mengukur dampak ekonomi dan sosial. |
|
|
Hasil |
1.
Mikrogrid
menurunkan kemiskinan energi hingga 45% di wilayah studi. 2.
Peningkatan
pendapatan rumah tangga rata-rata 22%
melalui kegiatan ekonomi baru (usaha kecil, pendinginan produk pertanian,
digitalisasi). 3.
Dampak
sosial: meningkatnya partisipasi perempuan, pendidikan anak, dan waktu
produktif keluarga. 4.
Tantangan:
pembiayaan jangka panjang, pelatihan teknisi lokal, serta ketergantungan pada
subsidi awal. |
|
|
Implikasi |
1.
Kebijakan: mendorong pemerintah
mengintegrasikan proyek mikrogrid dalam strategi energi nasional berbasis
partisipasi masyarakat. 2.
Penelitian:
membuka peluang untuk mengembangkan model ekonomi mikrogrid berbasis data
longitudinal. 3.
Pendidikan:
dapat dijadikan contoh penerapan konsep energy
transition dan socio-technical systems
dalam pembelajaran interdisipliner seperti fisika energi, ekonomi lingkungan,
dan pembangunan masyarakat. |
|
|
Kata Kunci |
Renewable energy, microgrid, energy poverty, socio-economic development,
sustainability. |
|
|
|
Kesimpulan |
Artikel ini menunjukkan bahwa akses energi melalui mikrogrid terbarukan
tidak hanya menyelesaikan masalah kelistrikan, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara sosial dan
ekonomi. |
|
Metode
(Kajian) |
GAP
(Celah Penelitian) |
Hasil |
Keterlamaan |
Novelty |
|
Mixed-method (analisis kuantitatif
& studi kasus kualitatif pada 15 proyek mikrogrid) |
Studi sebelumnya hanya fokus pada
aspek teknis atau akses listrik, belum pada dampak sosial-ekonomi komunitas. |
Mikrogrid menurunkan kemiskinan
energi, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. |
Cakupan wilayah terbatas (Afrika
& Asia Selatan), data hingga 2023, belum mencakup perkembangan AI dan
model energi desentralisasi terbaru. |
Mengusung konsep “beyond
electrification” — menilai dampak sosial-ekonomi dan tata kelola
partisipatif proyek mikrogrid. |
Sources ; Lange, C. E., Ripp, T., & Kirchherr, J. (2024). Empowering communities beyond wires: Renewable
energy microgrids and the impacts on energy poverty and socio-economic
outcomes. Energy Research & Social
Science, 112, 103664. https://doi.org/10.1016/j.erss.2024.103664
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2352484724006814
Comments
Post a Comment