METOPEN-Statistik 6
Nama : Aurelia Apriliyani
NIM/OFF : 250321803931/A25
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Kuantitatif
Tugas : Review Artikel ke-16 (Statistik 6: Analisis Varian (uji prasyarat,
ANCOVA, dan non parametrik yang relevan)
|
Novelty Artikel |
Kebaruan utama penelitian ini terletak pada pengembangan dan penggunaan
instrumen RBAI baru bernama SPRUCE
(Survey of Physics Reasoning on Uncertainty Concepts and Evaluation) untuk
mengukur measurement uncertainty pada
mahasiswa fisika dan STEM dalam skala sangat besar. Penelitian ini tidak
hanya mengukur pengetahuan, tetapi memetakan 10 Assessment Objectives (AO) yang mencakup reasoning,
propagation of uncertainty, data comparison, dan procedural decisions dalam
konteks laboratorium. Selain itu, penelitian mengintegrasikan
beberapa teknik analisis statistik tingkat lanjut: 1.
Normality
diagnostics (Anderson-Darling, skewness, kurtosis) 2.
Wilcoxon
signed-rank test (pre-post non-parametrik) 3.
ANCOVA
(post score ~ pre score + gender + major) 4.
Ordinal
logistic regression pada level AO |
|
Keterlamaan Artikel |
Penelitian ini memiliki keterlamaan yang tinggi karena membahas kompetensi
mahasiswa dalam measurement uncertainty,
topik yang hingga kini menjadi fokus penting dalam pendidikan laboratorium
fisika. Instrumen SPRUCE digunakan pada data berskala besar dan dianalisis
dengan metode statistik modern seperti Wilcoxon, ANCOVA, dan ordinal logistic
regression, sehingga hasilnya tetap relevan untuk pengembangan kurikulum
laboratorium masa kini yang menekankan kemampuan analitis dan pengambilan
keputusan berbasis data. Selain itu, penggunaan analisis varian untuk
memetakan pengaruh instruksi dan faktor demografis membuat artikel ini tetap
menjadi rujukan yang penting dalam memahami kualitas pembelajaran berbasis
eksperimen pada konteks pendidikan fisika saat ini. |
|
Abstrak |
Artikel
ini mengembangkan dan menerapkan instrumen SPRUCE untuk menilai profisiensi
mahasiswa dalam berbagai komponen measurement
uncertainty. Dataset terdiri dari 1576 matched pre-post. Analisis utama
meliputi normality testing, Wilcoxon signed-rank (untuk perubahan pre-post),
ANCOVA (untuk memisahkan pengaruh demographic factors seperti gender dan
major), dan ordinal logistic regression (untuk memprediksi skor AO level).
Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari pre ke post (effect size
kecil-sedang), perbedaan signifikan pada major dan gender, serta area-area AO
tertentu yang tetap rendah meskipun mendapat instruksi. |
Analisis
/ Review Kritis
|
Judul |
Using a research-based assessment
instrument to explore undergraduate students’ proficiencies around
measurement uncertainty in physics lab contexts |
|
Penulis |
Gayle
Geschwind, Michael Vignal, Marcos D. Caballero, H. J. Lewandowski, dkk. |
|
Nama Jurnal |
Physical
Review Physics Education Research (PRPER), 2024 |
|
Tujuan
penelitian |
1.
Mengukur
dan mengkategorikan kemampuan mahasiswa pada 10 aspek utama measurement
uncertainty. 2. Menilai perubahan (pre-post) setelah instruksi
laboratorium. 3. Mengetahui pengaruh faktor demografis (gender, major) terhadap
performa mahasiswa. 4.
Mengetahui
apakah tingkat “importance rating” dari instruktur berhubungan dengan skor AO
mahasiswa. |
|
Metode |
1. Instrumen:
SPRUCE (19 item; dinilai menggunakan couplet
scoring sehingga menghasilkan 10 AO: S1–S3, H1–H2, D1–D5). 2. Sampel:
1576 matched pre-post responses. 3. Analisis
Statistik: a)
Uji Normalitas: Anderson-Darling, skewness,
kurtosis b)
Uji Non-parametrik: Wilcoxon signed-rank test
(pre-post) c)
Analisis Varian: ANCOVA dengan model: d)
Analisis Ordinal: ordinal logistic regression
pada masing-masing AO e)
Uji prasyarat ANCOVA: normality of residuals,
homogeneity of regression slopes, independence (Durbin-Watson),
homoscedasticity (residual plot) f)
Uji multikolinearitas: Variance Inflation
Factor (VIF) |
|
Catatn
Statistik (Fokus : Analisis Varian) |
Analisis
Varian – ANCOVA Model: Temuan
utama ANCOVA: 1)
Pre
Score → prediktor paling kuat terhadap post (partial η² terbesar
~0.36). 2)
Major
→ signifikan tetapi efek kecil. 3)
Gender
→ signifikan tetapi efek sangat kecil. 4)
Sebagian besar varians dijelaskan
oleh instruksi (tidak termodelkan dalam ANCOVA). |
|
Hasil |
1. Peningkatan Pre–Post
a)
Rata-rata pre: ~46.7 b)
Rata-rata post: ~52.3 c)
Peningkatan signifikan (Wilcoxon). d)
AO yang tetap rendah setelah instruksi: H1 (error propagation), D5 (data comparison). 2. Temuan ANCOVA
a)
Pretest = predictor terbesar. b)
Major dan gender signifikan namun efeknya
sangat kecil. c)
Varians yang tak terjelaskan cukup besar →
menunjukkan instruksi berbeda antar-course sangat mempengaruhi hasil. 3. AO-Level
a)
Banyak AO menunjukkan perubahan kecil. b)
AO procedural seperti D3–D5 tetap menjadi
kelemahan mahasiswa. |
|
Implikasi |
1)
Hasil
analisis varian menunjukkan bahwa instruksi laboratorium lebih
mempengaruhi hasil daripada faktor demografis. 2) Kurikulum perlu memberikan penekanan lebih kuat pada AO
yang rendah: propagasi ketidakpastian, pemilihan prosedur, dan perbandingan
data. 3)
Pengajar
perlu eksplisit mengajarkan reasoning ketidakpastian, bukan hanya prosedur. |
|
Kata Kunci |
SPRUCE, measurement uncertainty, ANCOVA, Wilcoxon signed-rank, ordinal
logistic regression, homogeneity of variance, Anderson-Darling test, Levene
test. |
|
Kesimpulan |
Artikel
ini menggunakan pendekatan analisis varian yang sangat kuat untuk menilai
perubahan kemampuan mahasiswa pada measurement uncertainty. Penelitian
memenuhi banyak uji prasyarat (normality, independence, homoscedasticity) dan
menggunakan kombinasi ANCOVA, Wilcoxon, dan ordinal logistic regression
secara tepat. Namun, beberapa analisis dapat diperbaiki (mixed-effects,
pelaporan statistik asumsi, robustness non-parametric test). Temuan utamanya
bahwa instruksi meningkatkan skor tetapi beberapa AO tetap rendah memberikan
implikasi langsung bagi desain kurikulum laboratorium. |
|
Metode
(Kajian) |
GAP
(Celah Penelitian) |
Hasil
Penelitian |
Keterbatasan
Penelitian |
Keterbaruan
(Novelty) |
|
Pre–post matched design pada 1576
mahasiswa. Instrumen SPRUCE dengan 10
Assessment Objectives (AO). Analisis statistik: Anderson-Darling,
skewness, kurtosis. Wilcoxon signed-rank untuk
pre–post. ANCOVA: post ~ pre + gender + major. Ordinal logistic regression untuk
AO ordinal. Levene/Welch ANOVA untuk varians
tidak homogen. Uji asumsi: Durbin–Watson, VIF,
residual plots. |
Minim instrumen komprehensif yang
menilai measurement uncertainty. Jarang ada studi besar dengan
pre–post matched data dan analisis varian tingkat lanjut. Belum banyak penelitian yang
memetakan pengaruh major, gender, dan pretest pada kompetensi uncertainty. Kurangnya penelitian yang menelaah
tiap AO secara statistik mendalam. |
Ada peningkatan signifikan dari
pre ke post (Wilcoxon). Pretest menjadi prediktor paling
kuat dalam ANCOVA. Major dan gender berpengaruh
tetapi kecil. AO tertentu tetap rendah (H1, D5)
meskipun setelah instruksi. Ordinal logistic regression
menunjukkan pretest & major konsisten memengaruhi AO. |
Tidak menangani clustering
mahasiswa dalam course/instructor (seharusnya mixed-effects). Tidak melaporkan nilai uji asumsi
secara lengkap (mis. p AD test, p Levene). AO ordinal belum dianalisis dengan
model mixed ordinal yang lebih ideal. Tidak ada uji robust
non-parametrik tambahan (misalnya Kruskal–Wallis). |
Pengembangan instrumen SPRUCE
sebagai RBAI baru. Menggabungkan Wilcoxon, ANCOVA,
dan ordinal logistic regression dalam satu studi besar. Dataset multisite berskala besar
(31 course, 20 institusi) Inovasi scoring menggunakan
item–couplet untuk memetakan 10 AO. |
Sources ; https://journals.aps.org/prper/pdf/10.1103/PhysRevPhysEducRes.20.020105
Comments
Post a Comment