METOPEN-Statistik 8
Nama : Aurelia Apriliyani
NIM/OFF : 250321803931/A25
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Kuantitatif
Tugas : Review Artikel ke-18 (Statistik 8: Analisis Varian (uji prasyarat,
MANCOVA, dan non parametrik yang relevan)2)
|
Novelty Artikel |
Kebaruan artikel ini terletak pada penggunaan MANCOVA untuk mengevaluasi pengaruh blended learning
berbasis web (Getsmart) terhadap tiga
indikator capaian pembelajaran fisika, yaitu: 1.
Pengetahuan
(Knowledge) 2.
Science Process
Skills 3.
Complex Reasoning
Skills Artikel ini tidak hanya mengembangkan media
pembelajaran berupa website Getsmart, tetapi juga menguji efektivitas pedagogi berbasis cognitive
apprenticeship dalam konteks pembelajaran fisika SMA, sesuatu yang
jarang dianalisis menggunakan pendekatan multivariat (MANCOVA). Selain itu, artikel ini menggabungkan data kuantitatif pre–post test dengan data kualitatif (survei terbuka dan chat logs)
sehingga menambah kekuatan temuan. |
|
Keterlamaan Artikel |
Artikel yang diterbitkan tahun 2012
ini tetap relevan karena: 1.
Web-based learning dan blended learning masih
menjadi topik utama dalam inovasi pembelajaran fisika. 2.
Isu efektivitas
ICT terhadap capaian konsep fisika dan reasoning skills tetap
penting hingga saat ini. 3.
Studi ini relevan dalam konteks pendidikan
abad ke-21, terutama dalam integrasi pedagogi berbasis konstruktivistik dan
digital. Meskipun tidak baru secara teknologi, kerangka cognitive apprenticeship dalam blended
learning masih jarang dianalisis dalam penelitian fisika modern,
sehingga artikel tetap layak dijadikan rujukan. |
|
Abstrak |
Penelitian
ini mengembangkan website Getsmart
berbasis kerangka cognitive apprenticeship
untuk mendukung pembelajaran fisika SMA dalam konteks blended learning.
Penelitian menggunakan desain non-equivalent
pretest–posttest melibatkan dua kelompok: treatment (N=48) yang
menggunakan Getsmart dan comparison (N=32) yang belajar secara tradisional.
Data dikumpulkan melalui pretest–posttest pada tiga domain capaian:
Knowledge, Science Processes, dan Complex Reasoning. Analisis data dilakukan
menggunakan MANCOVA untuk
menguji pengaruh keanggotaan kelompok terhadap hasil posttest dengan
mengontrol pretest. Hasil menunjukkan bahwa kelompok treatment mengalami
peningkatan signifikan pada domain Knowledge
dan Complex Reasoning, namun
tidak pada Science Processes.
Temuan diperkuat oleh data kualitatif yang menunjukkan bahwa siswa merasa
Getsmart membantu pemahaman konsep dan meningkatkan motivasi belajar. |
Analisis
/ Review Kritis
|
Judul |
Re-thinking
Physics Teaching with Web-Based Learning |
|
Penulis |
Vinesh
Chandra & James J. Watters |
|
Nama Jurnal |
Computers
& Education |
|
Tujuan
penelitian |
1.
Menganalisis
apakah penggunaan website Getsmart dalam blended learning meningkatkan
Knowledge siswa. 2.
Menguji
dampak blended learning terhadap Science Process Skills. 3.
Mengetahui
perbedaan Complex Reasoning Skills antara kelompok treatment dan
comparison. 4.
Menganalisis
apakah siswa memandang blended learning bermanfaat bagi hasil belajar fisika. |
|
Metode |
Jenis: Mixed Methods 1.
Treatment: 48 siswa kelas 12 2.
Comparison: 32 siswa kelas 12 Instrumen: 1.
Pretest & posttest tiga domain (Knowledge,
Science Processes, Complex Reasoning) 2.
Survei terbuka 3.
Log chat dan interaksi website Pendekatan
Pedagogis: Cognitive Apprenticeship Model Analisis
Statistik: 1.
Uji prasyarat MANCOVA: terpenuhi 2.
ANOVA pada pretest: tidak berbeda signifikan
(p > 0.05) 3.
MANCOVA untuk menguji efek perlakuan |
|
Hasil |
1. Peningkatan
signifikan pada Knowledge pada kelompok treatment dibanding
comparison. 2. Peningkatan
signifikan pada Complex Reasoning Skills. 3. Tidak
ada peningkatan signifikan pada Science Process Skills. 4. Data
kualitatif: a)
85% siswa merasa Getsmart membantu pemahaman b)
72% menyatakan hasil belajar meningkat c)
80% menganggap blended learning efektif d)
90% menyukai tes online karena membantu
refleksi |
|
Implikasi |
1.
Website
berbasis cognitive apprenticeship efektif meningkatkan pemahaman konsep dan
kemampuan penalaran. 2.
Blended
learning mendukung pembelajaran mandiri, kolaborasi, dan scaffolding. 3.
Perlu
pengembangan fitur untuk meningkatkan science process skills, misalnya
simulasi laboratorium yang lebih realistik. 4.
Guru
dapat menggunakan web-based learning untuk memperluas interaksi belajar di
luar jam sekolah. |
|
Kata Kunci |
Web-based learning; Physics Education; Cognitive Apprenticeship; MANCOVA;
Learning Outcomes; Blended Learning. |
|
Kesimpulan |
Berdasarkan
analisis MANCOVA, penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan Getsmart dalam
blended learning secara signifikan
meningkatkan Knowledge dan Complex Reasoning Skills, tetapi tidak
meningkatkan Science Process Skills. Uji prasyarat analisis varian terpenuhi,
dan hasil diperkuat oleh data kualitatif yang menunjukkan respons positif
dari siswa. Dengan demikian, pembelajaran berbasis web memiliki potensi besar
dalam meningkatkan capaian konseptual dan penalaran fisika siswa. |
|
GAP
Penelitian |
Hasil
Penelitian |
Keterbatasan |
Novelty |
|
Minim penelitian yang menguji
blended learning berbasis cognitive apprenticeship dalam fisika SMA
menggunakan MANCOVA |
Knowledge & reasoning
meningkat, science process tidak signifikan |
Tidak ada random assignment,
instrumen berbasis guru, science process tidak diperdalam |
Integrasi pedagogy cognitive
apprenticeship dalam web-based learning dan diuji secara multivariat |
Sources ; https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0360131511002272
Comments
Post a Comment